Paragraf Argumentatif

Tujuan Paragraf Argumentatif

  • Untuk mendukung suatu pendapat
  • Untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat/ gagasan sehingga pembaca meyakini kebenaran tersebut

 

Langkah-langkahnya:

  • Menentukan topik
  • Merumuskan tema
  • Menyusun kerangka karangan
  • Mengumpulkan bahan dan data
  • Mengembangkan kerangka menjadi paragraf

 

1. Menentukan Topik

Topik (Yunani – topo’i) artinya wilayah atau tempat

Topik ini memberi fakta untuk argumentasi

Kenyataan mengenai topik dapat dirumuskan dalam pernyataan faktual

Contoh:

Pentingnya wajib belajar

 

Syarat Menentukan Topik Argumentatif

  • Berhubungan dengan pengetahuan kita
  • Menarik dan sesuai minat kita
  • Ruang lingkup tidak terlalu luas
  • Memiliki data dan fakta yang objektif
  • Memiliki sumber acuan dan bahan kepustakaan

 

2. Merumuskan Tema

Ciri-ciri merumuskan tema:

  • Dirumuskan dalam kalimat yang jelas
  • Adanya kesatuan gagasan sentral yg jadi landasan seluruh karangan
  • Pengembangan tema yang terarah
  • Tema mengandung unsur keaslian, bukan merupakan pengulangan dari tema yang pernah ditulis orang lain

 

3. Menyusun Kerangka Karangan

Fungsi Kerangka Karangan

  • Memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih teratur
  • Memudahkan penempatan bagian
  • Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan
  • Membantu pengumpulan data.

Syarat Kerangka Karangan

  • Mengungkapkan maksud yang jelas
  • Tiap bagian hanya mengandung karangan satu gagasan
  • Disusun secara logis dan sistematis
  • Memerlukan penggunaan simbol yang konsisten

 

4. Mengumpulkan Bahan atau Data

Mengumpulkan data atau fakta pendukung.

Kegiatan ini dapat dilakukan di laboratorium / perpustakaan untuk memperoleh pendapatn para ahli yang

terdapat dalam buku, ensiklopedia, kamus, laporan hasil penelitian, majalah, surat kabar, tabloid dan

sebagainya.

 

5. Mengembangkan Kerangka menjadi Karangan

Mengembangkan kerangka menjadi paragraf dengan didukung data dan fakta yang sudah diperoleh

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (1)

Genus

Dengan menggunakan kelas atau kelompok. Dilakukan dengan cara mengemukakan argumen atau fakta yang ada pada genus tersebut. Genus dijadikan ide pokok dan argumennya dijadikan sebagai ide penjelas

 

Contoh:

Game online tidak baik untuk perkembangan jiwa remaja. Apa argumentasinya…..

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (2)

Definisi

Dilakukan dengan cara mengidentifikasi atau mengemukakan ciri-ciri sesuatu dengan detail.

Topik yang diidentifikasi menjadi ide pokok dan hasil identifikasi sebagai ide penjelas

 

Contoh:

Game online dilakukan dengan online setiap saat di internet. Jika pemain tidak mau kalah, maka ia harus selalu online sehingga hal ini dapat membuatnya bermain game terus menerus

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (3)

Sebab akibat

Menggunakan proses berpikir kausalitas.

Suatu sebab akan menimbulkan akibat.

Sebab menjadi ide pokok dan akibat menjadi ide penjelas.

Satu sebab menimbulkan satu akibat

Satu sebab menimbulkan banyak akibat

Sebab-akibat berantai : sebab 1 menimbulkan satu akibat 1 yang menjadi sebab 2 yang menimbulkan akibat 2 yang menjadi sebab 3 dan seterusnya

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (4)

Persamaan

Mengemukakan kesamaan antara 2 hal

Hal yang dikemukakan pertama menjadi ide pokok sedangkan hal kedua menjadi ide penjelas

 

Perbandingan

Mengemukakan persamaan dan perbedaan dua hal. Hal yang dijadikan dasar perbandingan merupakan ide pokok

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (5)

Pertentangan

Penulis mengemukakan suatu hal atau pendapat kemudian diberikan hal atau pendapat yang sebaliknya.

Hal yang dijadikan dasar perbandingan merupakan ide pokok

 

Contoh

Mengemukakan suatu ide atau hal sebagai ide pokok lalu diberi contoh sebagai argumen yang sekaligus merupakan ide penjelas

About these ads

About fannylesmana4communication

I'm a special and simple person. Reading is my habit that I always do in every single time that I have... Novel is the one I love. That's I want to share in this blog is just a little bit that I have known about communication (and journalism also).
This entry was posted in Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s