Teknik Mencari Berita

Dalam proses pencarian berita, kita akan memelajari beberapa teknik mendasar. Perlu diingat, teknik-teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. Artinya, bisa saja proses pencarian berita dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik secara bersamaan.

Beberapa teknik pencarian berita adalah:

PARTISIPASI

Merupakan sebuah teknik mencari berita dengan mengandalkan pada keberadaan jurnalis sebagai partisipator dalam sebuah kegiatan. Kelebihan teknik ini, jurnalis mudah masuk dalam sebuah kegiatan yang tengah diliputnya sehingga tidak sulit mendapat informasi kejadian maupun pernyataan dari narasumber yang terkait dengan peristiwa yang diliputnya. Kelemahan, jurnalis bisa jadi sangat tidak objektif karena memiliki ikatan emosional baik dengan peristiwa, narasumber maupun hal-hal lain yang terkait dengan peristiwa tersebut.

OBSERVASI

Merupakan teknik pencarian berita dengan mengandalkan pada keberadaan jurnalis di lapangan. Indra penglihatan, pendengaran serta penciuman menjadi alat yang sangat vital dalam menggunakan teknik ini. Jurnalis dituntut benar-benar mengandalkan panca indranya dalam melaporkan sebuah peristiwa maupun menyampaikan kutipan berdasarkan pernyataan narasumber. Kelebihan dari teknik ini, objektivitas jurnalis bisa diandalkan. Kelemahannya, jurnalis bisa saja kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang peristiwa yang terjadi maupun sulit untuk menghubungi narasumber yang terkait dengan peristiwa tersebut.

VOX POP

Merupakan sebuah kegiatan teknik mencari berita dengan mengumpulkan pendapat masyarakat. Berasal dari kata vox populi yang berarti suara rakyat. Biasanya, dilakukan bila terkait dengan peristiwa atau pernyataan narasumber yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya perihal kenaikan BBM, TDL, penghapusan biaya pendidikan tingkat dasar hingga menengah.

WAWANCARA

 

RISET DOKUMENTASI

Posted in Teknik Mencari Berita | Leave a comment

Paragraf Eksposisi

Kata ekspositif berarti uraian yang bertujuan memaparkan atau membeberkan sesuatu.

Paragraf ekspositif menjelaskan / memaparkan suatu pokok pikiran atau persoalan dengan detail. Paragraf itu menjawab pertanyaan: apakah itu? bagaimana itu berlangsung? Mengapa itu baik dan bagus? Dari mana asalnya?

Umumnya persoalan yang dipaparkan adalah hal yang terselubung atau masih baru sehingga informasinya dapat memperluas wawasan pembaca. Biasanya berisi uraian ilmiah yang disampaikan dengan bahasa denotatif, lugas dan objektif tanpa disisipi maksud memengaruhi pembaca. Selain tu, biasanya digunakan untuk mensosialisasikan temuan baru, menjelaskan konsep atau istilah baru, atau mensosialisasikan produk baru kepada masyarakat.

Untuk menulis karangan ini, penulis harus memiliki pengetahuan awal yang memadai tentang topik yang ditulis. Topik tersebut dianalisissecara kritis dan mendalam serta diperkaya dengan penelitian, kajian referensi, wawancara dengan narasumber dan sebagainya. Perlu diingat, paragraf ini tidak ditulis berdasar dugaan, anggapan apalagi rekaan.

 

Metode Pengembangan 
Paragraf Ekspositif

METODE PEMBATASAN PENGERTIAN (DEFINISI)

MENGGUNAKAN KATA KONJUNGSI: adalah, ialah, yaitu

Istilah dijelaskan batas pengertiannya dengan uraian kata-kata yang tepat

Diungkapkan sifat hakiki/ mendasar

 

METODE PENGGOLONGAN (KLASIFIKASI)

Penulis mengelompokkan hal yang sejenis/ mempunyai kesamaan tertentu

Akan tampak jelas korelasi antara hal satu dengan hal lain

 

METODE PENGENALAN CIRI (IDENTIFIKASI)

Menyebutkan ciri/ sifat khusus/ karakteristik secara mendetail sehingga mudah dikenali keberadaannya

 

METODE PEMBANDINGAN (KOMPARASI)

Membandingkan hal yang dijelaskan dengan hal lain yang berbeda tapi memiliki unsur kesamaan yang ditempatkan secara berdampingan

 

METODE PROSES (PROSEDURAL)

Menjelaskan proses, prosedur, atau tata urutan terjadinya sesuatu

Penulis memberitahukan tahap urutan tindakan membuat atau melakukan sesuatu secara terperinci dan runtut

Posted in Bahasa Indonesia | Leave a comment

Paragraf Argumentatif

Tujuan Paragraf Argumentatif

  • Untuk mendukung suatu pendapat
  • Untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat/ gagasan sehingga pembaca meyakini kebenaran tersebut

 

Langkah-langkahnya:

  • Menentukan topik
  • Merumuskan tema
  • Menyusun kerangka karangan
  • Mengumpulkan bahan dan data
  • Mengembangkan kerangka menjadi paragraf

 

1. Menentukan Topik

Topik (Yunani – topo’i) artinya wilayah atau tempat

Topik ini memberi fakta untuk argumentasi

Kenyataan mengenai topik dapat dirumuskan dalam pernyataan faktual

Contoh:

Pentingnya wajib belajar

 

Syarat Menentukan Topik Argumentatif

  • Berhubungan dengan pengetahuan kita
  • Menarik dan sesuai minat kita
  • Ruang lingkup tidak terlalu luas
  • Memiliki data dan fakta yang objektif
  • Memiliki sumber acuan dan bahan kepustakaan

 

2. Merumuskan Tema

Ciri-ciri merumuskan tema:

  • Dirumuskan dalam kalimat yang jelas
  • Adanya kesatuan gagasan sentral yg jadi landasan seluruh karangan
  • Pengembangan tema yang terarah
  • Tema mengandung unsur keaslian, bukan merupakan pengulangan dari tema yang pernah ditulis orang lain

 

3. Menyusun Kerangka Karangan

Fungsi Kerangka Karangan

  • Memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih teratur
  • Memudahkan penempatan bagian
  • Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan
  • Membantu pengumpulan data.

Syarat Kerangka Karangan

  • Mengungkapkan maksud yang jelas
  • Tiap bagian hanya mengandung karangan satu gagasan
  • Disusun secara logis dan sistematis
  • Memerlukan penggunaan simbol yang konsisten

 

4. Mengumpulkan Bahan atau Data

Mengumpulkan data atau fakta pendukung.

Kegiatan ini dapat dilakukan di laboratorium / perpustakaan untuk memperoleh pendapatn para ahli yang

terdapat dalam buku, ensiklopedia, kamus, laporan hasil penelitian, majalah, surat kabar, tabloid dan

sebagainya.

 

5. Mengembangkan Kerangka menjadi Karangan

Mengembangkan kerangka menjadi paragraf dengan didukung data dan fakta yang sudah diperoleh

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (1)

Genus

Dengan menggunakan kelas atau kelompok. Dilakukan dengan cara mengemukakan argumen atau fakta yang ada pada genus tersebut. Genus dijadikan ide pokok dan argumennya dijadikan sebagai ide penjelas

 

Contoh:

Game online tidak baik untuk perkembangan jiwa remaja. Apa argumentasinya…..

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (2)

Definisi

Dilakukan dengan cara mengidentifikasi atau mengemukakan ciri-ciri sesuatu dengan detail.

Topik yang diidentifikasi menjadi ide pokok dan hasil identifikasi sebagai ide penjelas

 

Contoh:

Game online dilakukan dengan online setiap saat di internet. Jika pemain tidak mau kalah, maka ia harus selalu online sehingga hal ini dapat membuatnya bermain game terus menerus

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (3)

Sebab akibat

Menggunakan proses berpikir kausalitas.

Suatu sebab akan menimbulkan akibat.

Sebab menjadi ide pokok dan akibat menjadi ide penjelas.

Satu sebab menimbulkan satu akibat

Satu sebab menimbulkan banyak akibat

Sebab-akibat berantai : sebab 1 menimbulkan satu akibat 1 yang menjadi sebab 2 yang menimbulkan akibat 2 yang menjadi sebab 3 dan seterusnya

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (4)

Persamaan

Mengemukakan kesamaan antara 2 hal

Hal yang dikemukakan pertama menjadi ide pokok sedangkan hal kedua menjadi ide penjelas

 

Perbandingan

Mengemukakan persamaan dan perbedaan dua hal. Hal yang dijadikan dasar perbandingan merupakan ide pokok

 

Metode Pengembangan Paragraf Argumentatif (5)

Pertentangan

Penulis mengemukakan suatu hal atau pendapat kemudian diberikan hal atau pendapat yang sebaliknya.

Hal yang dijadikan dasar perbandingan merupakan ide pokok

 

Contoh

Mengemukakan suatu ide atau hal sebagai ide pokok lalu diberi contoh sebagai argumen yang sekaligus merupakan ide penjelas

Posted in Bahasa Indonesia | Leave a comment

Paragraf Deskriptif

Dalam paragraf deskriptif, kita melihat sesuatu yang nyata atau realistis. Meski hanya berhadapan dengan rangkaian kata, indra penglihatan kita seakan melihat secara langsung objek yang digambarkan.

Penulis tidak menonjolkan gagasan atau idenya sendiri. Penulis hanya menjadi kamera atau pelukis yang berusaha menampilkan gambar secara nyata dan semirip mungkin dengan aslinya.

Penulis adalah pengamat yang baik.

Dalam paragraf ini, gagasan utama atau ide pokoknya tidak jelas.

Tidak ada bagian yang menjadi kalimat utama.

 

Syarat penulisan deskripsi:

  • Detail
  • Cermat
  • Pengetahuan yang luas

 

Ciri-ciri dalam Paragraf Deskriptif

  • Hal-hal yang menyentuh panca indera dijelaskan secara terperinci
  • Penyajian urutan ruang
  • Penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna dan keadaan objek secara detail atau terperinci menurut pengamatan penulis
  • Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran

 

Pendekatan dalam Penulisan Deskripsi

  • Pendekatan ekspositoris

Pembaca seolah ikut melihat/ merasakan objek yang dideskripsikan

  • Pendekatan impresionistik

Untuk mendapat tanggapan emosional dari pembaca

 

Macam Deskripsi

  • Deskripsi manusia
    • Fisik
    • Watak
  • Deskripsi tempat (Keadaan / suasana sekitar)
Posted in Bahasa Indonesia | Leave a comment

Paragraf Naratif

Karangan ini isinya mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seakan melihat dan mengalami kejadian itu sendiri.

Peristiwa yang dikisahkan berupa serangkaian tindakan atau perbuatan yang memiliki hubungan kausalitas dan terikat oleh kesatuan ruang dan waktu.

 

Sifat Narasi

Fakta : biografi atau autobiografi, sejarah atau kisah nyata

Fiksi : cerpen, novel, dongeng, legenda, drama

 

Ciri ciri Paragraf Naratif

  • Menggunakan urutan waktu dan tempat
  • Ada serangkaian tindakan atau perbuatan yang berhubungan secara kausalitas
  • Ada unsur tokoh yang mengalami atau melakukan perbuatan
  • Tokoh/ pelaku memiliki karakter yang jelas
  • Ada latar tempat, waktu dan suasana yang menjadi ruang dimana peristiwa itu berlangsung
  • Penulis menggunakan sudut pandang cerita tertentu
  • Paragraf menggunakan kata penghubung (konjungsi subordinatif) yang menyatakan hubungan waktu: setelah, sesudah, sebelum, sejak, selesai, tatkala, seraya, sampai, dan sebagainya

 

Proses Narasi

  • Alur / plot
    • Jalan cerita
    • Ada perkembangan kejadian
    • Konflik : penyebab perkembangan
    • Elemen alur :
      • Pengenalan
      • Timbulnya konflik
      • Konflik memuncak
      • Klimaks
      • Pemecahan masalah
  • Penokohan
  • Latar
  • Sudut pandang
    • Siapa yang bercerita
Posted in Bahasa Indonesia | Leave a comment

Membuat Laporan Pertanggungjawaban

Pengertian Laporan

  • Penyampaian informasi dari kepanitiaan kepada pejabat yang berwenang dalam suatu sistem administrasi.
  • Berisi hasil penelitian, pengamatan, pengalaman, pelaksanaan suatu kegiatan, dan sebagainya
  • Berdasarkan data dan fakta

 

Fungsi Laporan

  • Informasi
  • Pertanggungjawaban
  • Pengawasan
  • Dasar pengambilan keputusan

 

Syarat penulisan laporan:

  • Lengkap
  • Jelas
  • Benar
  • Sistematis
  • Objektif
  • Tepat waktu

 

Sistematika penulisan laporan

  • Judul laporan sesuai judul kegiatan
  • Pendahuluan
    • Latar belakang masalah yang dilaporkan
    • Isi laporan pelaksanaan kegiatan
    • Tujuan yang dicapai
    • Kendala yang dihadapi
  • Kelengkapan
  • Laporan keuangan
  • Evaluasi
    • Penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan
    • Saran perbaikan
  • Penutup
    • Kesimpulan
    • Saran
  • Legalisasi
  • Tempat dan tanggal penyusunan laporan
  • Tanda tangan dan nama jelas penyusun laporan
Posted in Bahasa Indonesia | Leave a comment

Membuat Notulen

Pengertian Notulen:

Catatan garis besar isi pembicaraan dan jalannya suatu rapat

 

Berisi hal-hal yang berkaitan dengan hasil rapat seperti :

  • waktu dan tempat pelaksanaan,
  • pemimpin rapat,
  • permasalahan yang dibicarakan,
  • peserta yang hadir, dan
  • pokok-pokok hasil rapat

 

Fungsi Notulen

  • Sebagai fungsi informasi
  • Sebagai alat evaluasi
  • Sebagai dokumentasi

 

Syarat Notulis

  • Mengetahui seluk beluk penyelenggaraan rapat/ pertemuan formal lainnya
  • Mengetahui struktur atau kerangka notula
  • Mampu menulis cepat
  • Mampu meringkas
  • Teliti dan cermat
Posted in Bahasa Indonesia | Leave a comment