Berita sebagai Produk Jurnalistik

Berita merupakan laporan peristiwa atau kejadian berdasarkan fakta yang diperoleh secara jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah fakta dapat disebut berita jika memiliki nilai berita (news value).

Secara umum, pengertian berita adalah laporan terkini tentang fakta atau pendapat penting atau menarik bagi khalayak dan disebarluaskan melalui media massa[1]

CIRI BERITA

Ciri yang paling menonjol dari sebuah berita adalah:

  1. Faktual

Artinya, peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Artinya, pendapat yang dikutip benar-benar disampaikan oleh tokoh yang berkaitan dengan sebuah peristiwa.

  1. Aktual

Peristiwa yang dilaporkan maupun kutipan yang disampaikan baru saja terjadi.

 

NILAI BERITA

                  Yang disebut dengan nilai berita adalah nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah fakta, yakni:

  1. Significance

Sebuah peristiwa dapat disebut sebagai berita jika memiliki nilai berita penting untuk diketahui masyarakat luas. Misalnya: kenaikan bahan bakar, tindak korupsi yang dilakukan pejabat, peringatan terhadap penyakit yang menjadi epidemi.

  1. Magnitude

Sebuah peristiwa dapat disebut sebagai berita jika memiliki nilai berita tentang jumlah yang dirasa cukup banyak/ besar. Semakin besar jumlah yang terkait dengan peristiwa, maka peristiwa ini makin layak untuk menjadi berita.

  1. Timeliness

Sebuah peristiwa dapat disebut berita jika memiliki nilai berita terkait dengan waktu kejadian. Semakin baru peristiwa tersebut terjadi, maka peristiwa tersebut makin layak menjadi berita.

  1. Proximity

Sebuah peristiwa yang dekat dengan pembaca memiliki kelayakan untuk menjadi berita. Peristiwa tersebut bisa dekat secara emosional maupun secara geografis.

Misal: koran Jawa Pos tidak terlalu mengekspos meletusnya Gunung Lokon. Tetapi harian Tribun Manado mengekspos meletusnya Gunung Lokon.

  1. Prominence

Ketenaran menjadi nilai berita tersendiri bagi dimuatnya atau ditayangkannya sebuah peristiwa menjadi berita. Yang termasuk tenar di sini bukan saja orang melainkan juga tempat maupun kegiatan.

  1. Human Interest

Membicarakan tentang orang lain merupakan hal yang paling disukai oleh kebanyakan orang. Karena itu, terkait dengan peristiwa yang menimpa orang lain sangat menarik perhatian bagi pembaca apalagi jika peristiwa tersebut dikaitkan dengan hal-hal yang luar biasa, spektakuler, aneh.

 

UNSUR BERITA

Sebuah peristiwa yang terangkum menjadi sebuah memiliki unsur 5W + 1 H (Who, what, when, where, why, how). Artinya, untuk menjadi sebuah berita, maka haruslah menjawab unsur 5 W + 1 H yang terdapat dalam peristiwa tersebut. Karenanya, untuk membuat sebuah berita, kita (jurnalis) harus memiliki jawaban atas unsur-unsur berita tersebut.


[1] Yosef, Jani. 2009. To Be a Journalist. Jakatrta: Graha Ilmu, hal. 22

About fannylesmana4communication

I'm a special and simple person. Reading is my habit that I always do in every single time that I have... Novel is the one I love. That's I want to share in this blog is just a little bit that I have known about communication (and journalism also).
This entry was posted in Jurnalistik Dasar. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s