Kebebasan Pers di Indonesia

Tanggal 3 Mei merupakan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS). Bermula dari pertemuan wartawan Afrika yang diselenggarakan di Windhoek, Namibia (Afrika) yang menghasilkan Deklarasi Windhoek. Deklarasi ini menekankan pentingnya pers yang bebas dan independen serta beragam sebagai unsur yang esensial untuk pembangunan, peningkatan ekonomi dan demokrasi bagi sebuah negara. UNESCO mengusulkan pada Majelis Umum PBB untuk menetapkan tanggal 3 Mei sebagai HKPS.[1]

Indonesia yang mengalami masa reformasi pada 1998 menjadi salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki pemerintahan terbuka yang menjamin kebebasan pers. Hal ini dipertegas dengan lahirnya UU Pers yang disahkan oleh DPR pada 1999.

Masduki (2004) menyatakan kebebasan pers adalah hak milik publik yang harus diperoleh sebagai konsekuensi dari hak memperoleh informasi dan hak menyampaikan pendapat. Ini beda konsep dengan pers bebas yang merupakan sebuah kondisi melandari keberadaan institusi pers yang mendapat jaminan otonomi untuk menjalankan fungsi sosialnya.[2]

Menurut Tasrif, untuk kondisi Indonesia ada tiga syarat kebebasan pers. Pertama, tidak ada kewajiban untuk meminta surat izin terbit (SIUPP) bagi suatu penerbitan umum. Kedua, tidak ada wewenang pemerintah untuk melakukan sensor terhadap berita. Ketiga, tidak ada lagi wewenang pemerintah untuk memberangus suatu penerbitan di waktu tertentu atau selamanya.[3]

Meski demikian, kebebasan pers di Indonesia masih terancam dari tiga hal, yakni penguasa politik, pemilik modal atau penguasa ekonomi dan masyarakat. Khusus ancaman yang datang dari masyarakat timbul pasca masa orde baru.[4]


[1] Luwarso, Lukas (ed). Ancaman Kebebasan Pers. UNESCO dan DEWAN PERS. Jakarta, hal. xvi

[2] Masduki. Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. 2004. Yogyakarta: UII Press, hal. 7

[3] Ibid, hal. 9

[4] Ibid, hal. 19

About fannylesmana4communication

I'm a special and simple person. Reading is my habit that I always do in every single time that I have... Novel is the one I love. That's I want to share in this blog is just a little bit that I have known about communication (and journalism also).
This entry was posted in Jurnalistik Dasar. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s