Pengertian Jurnalistik

PENGERTIAN JURNALISTIK

Jurnalistik selalu diidentikkan dengan wartawan. Wartawan selalu identik dengan berita. Berita selalu disamakan artinya dengan informasi. Bicara tentang jurnalistik berarti bicara tentang informasi.

Meski demikian, hal tersebut tak sepenuhnya benar. Jika jurnalistik hanya disejajarkan dengan informasi saja, maka sesungguhnya kinerja jurnalistik tidaklah maksimal karena informasi saja tidak dapat disebut sebagai karya jurnalistik. Selain itu, sesungguhnya kinerja jurnalistik sangat berkaitan dengan proses penyampaian informasi dari media kepada khalayak.

Menurut Suhandang, jurnalistik adalah seni dan ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari dalam rangka memenuhi kebutuhan nurani khalayak sehingga terjadi perubahan sikap, sifat, pendapat dan perilaku khalayak sesuai kehendak jurnalisnya.[1] Jadi, secara garis besar, dalam proses jurnalistik, ada proses informasi yang disampaikan kepada khalayak melalui media.

Jurnalistik berasal dari kata journal (bahasa Inggris) atau de jour (Perancis) yang berarti catatan sehari-hari. Kedua kata itu sendiri berakar dari kata Acta Diurna yakni sebuah papan pengumuman yang diletakkan di tengah-tengah kota Roma pada masa pemerintahan Julius Caesar. Para bangsawan dan pedagang memiliki budak untuk diperintah membaca informasi yang disampaikan melalui papan pengumuman itu setiap hari. Sejak saat itu, jurnalistik berkembang menjadi profesi. Orang yang menguasai dunia adalah mereka yang menguasai informasi. Begitulah pameo yang beredar belakangan ini. Benarkah demikian?

Secara tidak sadar, setiap hari pun kita melakukan kegiatan jurnalistik. Sebagian besar dari kita memiliki accoount pada Facebook maupun Twitter, juga beberapa media sosial lain seperti Plurk, Kaskus dan sebagainya. Tak jarang kita menuliskan ’apa yang ada dalam pikiran kita’ maupun ’apa yang terjadi’ pada dinding media sosial tersebut. Dengan menuliskan apa yang ada dalam pikiran kita maupun apa yang terjadi pada kita, secara tidak langsung kita sudah melaporkan sebuah informasi kepada orang-orang yang dapat melihat dinding kita.

Saya mengetahui tim bola basket SMA dimana saya pernah mengajar telah menjadi pemenang Liga Basket Pop Mie 2011 dari personal message yang dicantumkan oleh mantan siswa-siswa saya di Blackberry Messenger. Itu kegiatan jurnalistik yang paling sederhana. BBM telah menjadi salah satu media penyampai informasi.

Kemacetan lalu lintas dapat kita bagikan kepada para follower kita di media Twitter. Perkembangan dunia teknologi memang sangat mewarnai perkembangan proses jurnalistik.

 

JURNALISTIK DAN KOMUNIKASI

Jurnalistik sangat dekat dengan bidang studi ilmu komunikasi. Mengapa?

Beberapa bentuk komunikasi yang akan dipelajari selama proses perkuliahan akan meliputi: Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Organisasi serta Komunikasi Massa. Selain itu, ada juga Komunikasi Intrapersona dan Komunikasi Publik yang tidak dibahas secara terperinci dalam perkuliahan. Jurnalistik sendiri masuk di dalam ranah komunikasi massa, karena komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan media massa sebagai sarana penyampaian informasi. Di sisi lain, jurnalistik menggunakan media massa sebagai saluran untuk penyampaian informasinya.

Yang dimaksud dengan media massa bisa dibagi menjadi media cetak, media online dan media elektronik (televisi dan radio). Media massa lainnya bisa berupa buku maupun film. Proses atau kinerja jurnalistik berada pada media cetak, media online maupun media elektronik.

 

PROFESI JURNALISTIK

                  Orang yang bekerja di bidang jurnalistik disebut jurnalis. Ada juga yang menyebutnya sebagai wartawan atau reporter. Mereka yang bekerja sebagai jurnalis memiliki beberapa karakteristik mendasar. Tidak semua orang bisa menjadi jurnalis; apalagi menjadi jurnalis yang handal. Mata kuliah ini tidak mengharuskan kita menjadi jurnalis tapi sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, kita perlu tahu bagaimana perilaku jurnalis dalam menjalankan profesinya karena seperti disebutkan di atas, ilmu jurnalistik merupakan bagian dari ilmu komunikasi dan ilmu jurnalistik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial manusia saat ini.

Ciri-ciri seorang jurnalis:

  1. Memiliki rasa ingin tahu

Ini syarat mutlak seorang jurnalis. Tanpa rasa ingin tahu, mustahil seorang jurnalis akan mendapatkan peristiwa yang menarik. Seorang jurnalis diperintahkan untuk meliput sebuah pertunjukan opera. Tiba di gedung pertunjukan, ternyata pertunjukan dibatalkan lantaran sang penyanyi opera ditemukan meninggal dunia. Jurnalis ini pulang karena merasa tidak ada hal yang perlu diberitakan. Padahal, jurnalis seharusnya mencari tahu penyebab kematian penyanyi opera tersebut untuk menggantikan berita tentang pertunjukkan opera.

  1. Skeptis[2]

Keraguan sepatutnya menjadi hal yang sangat penting bagi jurnalis. Sangat berbahaya jika jurnalis tidak ragu-ragu ketika mendapat sebuah informasi. Banyak informasi keliru yang kemudian disampaikan kepada masyarakat yang berakibat pada tidak dipercayanya sebuah media.

  1. Keyakinan kebenaran bersifat sementara

Kebenaran tidak bersifat mutlak karena peristiwa terus bergulir. Selalu ada fakta terbaru terkait dengan peristiwa yang terjadi. Karena, seorang jurnalis tidak pernah boleh berhenti mencari tahu hal-hal yang terbaru terkait sebuah peristiwa.

 

                  Menjadi wartawan atau jurnalis adalah hal yang menarik. Mencari dan mengumpulkan berita bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan tapi hal itu membuat jurnalis dapat lebih berkembang, baik dalam pemikiran maupun dalam pengalaman.

Sebagai orang yang pernah bergerak di bidang jurnalistik, saya sangat menikmati saat-saat menemukan sebuah peristiwa dan menjadikannya sebagai karya jurnalistik. Semakin seringnya saya keluar, menjumpai orang-orang baru dan mendatangi tempat-tempat baru membuat saya memiliki ’kekayaan’ yang tidak sama seperti yang dimiliki oleh orang-orang kebanyakan.

 

KARYA JURNALISTIK

Yang dimaksud dengan karya jurnalistik adalah produk yang dihasilkan dari kinerja jurnalistik. Secara ringkas, karya jurnalistik dapat disebutkan sebagai karya sebagai hasil dari proses pengamatan ataupun wawancara yang dilakukan di lapangan terhadap sebuah peristiwa. Hasil dari pengamatan maupun wawancara tersebut mengalami proses penulisan serta penyuntingan, kemudian disebarkan melalui media massa.

Karena itu, sebuah karya jurnalistik tidak terlepas dari proses pengumpulan data di lapangan, proses penulisan berita di newsroom, proses penyuntingan berita di newsroom, proses penyampaian berita serta proses analisis berita.

Karya jurnalistik tidak hanya berupa tulisan, melainkan juga gambar, foto maupun video. Dalam pertemuan mendatang, kita akan melihat beberapa ragam tulisan jurnalistik atau karya-karya jurnalistik.


[1] Suhandang, Kustadi. 2004. Pengantar Jurnalistik, Seputar Organisasi, Produk dan Kode Etik. Bandung : Penerbit Nuansa, halaman 21

[2] Ishwara, Luwi. Catatan-catatan Jurnalisme Dasar. 2005. Jakarta : Kompas. Halaman 1

About fannylesmana4communication

I'm a special and simple person. Reading is my habit that I always do in every single time that I have... Novel is the one I love. That's I want to share in this blog is just a little bit that I have known about communication (and journalism also).
Gallery | This entry was posted in Jurnalistik Dasar. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s