Etika Pers (khususnya di Indonesia)

Dalam menjalankan profesinya, wartawan memerlukan sebuah kode etik untuk memagari segala hal yang dikerjakannya. Untuk apa ada kode etik?

Karena media massa banyak menyedot perhatian publik. Karena media mudah menjadi acuan untuk membuat kebijakan dan pilihan sosial politik.[1] Itu sebabnya, profesi wartawan membutuhkan kode etik untuk memagari profesi dan kinerjanya dalam menciptakan karya jurnalistik. Selain etika, wartawan saat ini juga telah memiliki standar kompetensi.

Shoemaker (1996) menunjukkan adanya faktor personalitas dalam diri wartawan yang dapat memengaruhi isi media, yakni latar belakang pendidikan, kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut serta orientasi profesional atau tujuan ketika seseorang memiliki pekerjaan sebagai wartawan.[2] Tak dapat dipungkiri rendahnya gaji wartawan dapat merusak standar profesional yang mengacu pada kode etik.

Pelanggaran terhadap etika pers dapat berdampak pada apa yang disebut dengan distorsi informasi atau pembiasan berita. Hal ini terjadi karena keberpihakan media pada ideologi tertentu; ketidakjujuran reporter dalam mengungkap sudut pandang kepentingan publik akibat kedangkalan informasi yang diperolehnya.[3]

Beberapa bentuk kode etik jurnalis adalah kode etik PWI, kode etik AJI serta kode etik yang dirumuskan bersama yakni KEWI yang disusun tahun 1999 di Bandung.

Selain kode etik yang disusun oleh organisasi wartawan, Dewan Pers juga menyusun Kode Praktik (code of practices) sebagai upaya penegakan independensi serta penerapa prinsip pers mengatur sendiri. Kode ini berkaitan dengan akurasi, privasi, pornografi, diskriminasi, liputan kriminalitas, cara-cara yang tidak dibenarkan serta mengenai sumber rahasia dan hak jawab dan bantahan.[4]

Kode etik lain yang perlu diperhatikan oleh jurnalis adalah kode etik peliputan Pemilu. Sejalan dengan perkembangan media elektronik di tanah air, maka disusun pula kode etik penyiaran.


[1] Masduki. 2004. Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Yogyakarta: UII Press, hal. 36

[2] Ibid, hal. 39

[3] Ibid, hal. 45

[4] Ibid, hal. 60

About fannylesmana4communication

I'm a special and simple person. Reading is my habit that I always do in every single time that I have... Novel is the one I love. That's I want to share in this blog is just a little bit that I have known about communication (and journalism also).
This entry was posted in Jurnalistik Dasar. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s